PUISI untuk IPA 6
Pergilah
Arungi apapun yang kau temui

Aku tak pernah mau peduli
Dimana aku dan dimana kau
Berapa juta rumah yang memisahkan kita
Berapa ratus kilometer jalan diantara kita
Berapa banyak rel kereta dan jembatan tlah kau lewati
Untuk menjauh dariku
Aku tak pernah mau peduli

Dan aku juga tak ingin tahu tentang kursi-kursi yang kita tinggalkan
Tulisan di papan tulis sekolah
Serta lukisan dinding yang tak pernah punya izin
Apa jejak kita tlah terhapus di tiap sudut ruang itu
Tergantikan jutaan jejak dari ratusan nama baru

Kalendar telah menunjuk bulan kedelapan
Mengundang angin kemarau datang untuk tahun ini

Aroma kematian
Kutemukan di antara dedaunan yang jatuh ke bumi
Menggelepar
Membiarkan bisikanku pada rahasianya terkuak
Terhisap oleh tanah meninggalkan remah tubuhnya

Pergilah
Lalui apa yang sulit
Dan jangan hiraukan air mataku disini

Yang aku tahu
Kemarau tlah mengeringkan banyak sumber mata air
Tapi tidak untuk mata airku

Yang aku peduli
Adalah banyak waktu yang aku habiskan
Sampai aku temukan lagi kepedulianmu
Menghapus
Kekhawatiran yang seharusnya terhapus.

Dari anak ipa 6 yang tak bernama....
1 Response
  1. Puisi singkat dari IPA6 yang bernama :
    Hari ini aku melihat sekumpulan anak muda,
    Tetapi yang sebenarnya kulihat generasi emas penerus bangsa
    "Karya Taufiq Ismail secara lisan dan tak tertulis kecuali di blog ini" Wuiiih


Post a Comment